KAIFIAT
(CARA) BERPUASA
Apabila kita telah masuk
dalam malam pertama dari bulan Ramadhan, berniat pada malam itu,bahawa kita
akan berpuasa esok hari. Mulai pada malam itu tegakkanlah tarawih dengan
berjemaah.
- Setelah masuk waktu sahur,
menjelang waktu subuh, hendaklah bersahur.
- Sesudah bersahur dengan
memelihara adab-adabnya, bersihkanlah mulut dengan sebersih-bersihnya dan
nantikanlah waktu subuh.
- Apabila telah terbit
fajar, tahanlah diri dari makan, minum, mendekati isteri dan dari segala
yang membatalkan puasa.
- Setelah selesai dari solat
subuh, bacalah Al Quran seberapa yang mampu.
- Di siang hari hendaklah
diajuhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang haram, bahkan hendaklah
dijauhkan diri dari pekerjaan–pekerjaan yang makruh dan sia-sia.
- Usahakanlah supaya segala
solat fardhu dapat ditegakkan dengan berjemaah.
- Seboleh mungkin supaya di
tiap-tiap hari selapas solat zohor dan asar, disediakan waktu yang tetap
untuk membaca Al Quran.
- Bila matahari telah nyata
terbenam, bersegeralah berbuka puasa dengan sedikit makanan yang manis.
Sesudah bersolat maghrib, baru disempurnakan makan dengan dituruti
adab-adab berbuka. Pada tiap-tiap malam dikerjakan solatul qiyam atau
qiyam Ramadhan (sembahyang Tarawih).
- Apabila tiba sepuluh hari
terakhir, banyakkanlah ibadat dengan jalan beriktikaf dan usahakanlah
memperolehi "lailatul qadar" yang terlatak di salah satu malam
dari malam-malam yang ganjil dalam hari sepuluh yang akhir (dari malam 21
sampai 30, atau dari 20 sampai 29).
Supaya puasa jadi sempurna ,
maka turutilah petunjuk-petunjuk di bawah ini:
- Makanlah sahur supaya anda
lebih kuat menghadapi puasa. Seluruh umat Islam telah sepakat menetapkan
kesunatan sahur, makruh ditinggalkannya. Dan sahur itu boleh dilakukan
dengan sedikit makan walaupun seteguk air; dan sahur itu paling baik
dilambatkan asal jangan hampir dengan waktu fajar. Andaikata seseorang
ragu tentang terbit fajar, maka dia boleh terus makan dan minum hingga
diyakini fajar terbit.
- Berbuka sesudah nyata
terbenam matahari dan sebelum solat maghrib dengan sedikit kurma dan
minuman. Kemudian solat maghrib. Sesudah itu barulah makan nasi, kecuali
jika makanan telah tersedia, maka makanlah dahulu.
- Berdoa kepada Allah di
waktu berbuka dan semasa berpuasa, sebagaimana disukai membanyakkan
taubat, membanyakkan kebajikan dan menjauhi segala yang dibenci Allah.
- Mandi sebelum fajar dari
hadas besar, supaya memasuki puasa dalam keadaan suci.
- Menahan lidah dari
berdusta dan bertengkar dan memperkatakan yang tidak berfaedah,
mengumpat, memfitnah dan memperkatakan kehormatan manusia.
- Menahan diri dari pengaruh
marah dan dari bersikap kurang baik, kurang sabar dan sifat-sifat lain
yang tercela.
- Selalu berusaha mencari
ketaqwaan kepada Allah SWT. Dan mensyukuri nikmat –Nya.
- Banyak bersedekah.
- Mempergunakan segala waktu
di bulan Ramadhan untuk mendalami masalah-masalah keagamaan, mengerjakan
solat qiyam, meningkatkan ibadat terutama di hari sepuluh terakhir di
bulan Ramadhan dan menghadiri tadarus Al Quran.
- Berusaha memperoleh
makanan yang suci dan halal, agar tidak masuk ke dalam perut
makanan-makanan yang haram.
- Memelihara nafsu daripada
penyakit dengki, memelihara anggota dari segala maksiat dan selalu berlaku
tenang dan bersikap terhormat.
|